Rabu, 14 September 2016

Kayu Jati


Jati (Tectona grandis L.f) merupakan tanaman yang termasuk kedalam kelas Verbenacea.

Ciri Umum :

Warna : teras berwarna kuning emas kecoklatan sampai coklat kemerahan, mudah dibedakan dari gubal yang berwarna putih agak ke abu abuan. Corak: Dekoratif yang indah berkat jelasnya lingkaran tumbuh, sedikit buram dan berminyak. Tekstur: agak kasar sampai kasar dan tidak rata. Arah Serat: Lurus, Begelombang sampai agak berpadu. Lingkaran Tumbuh: tampak sangat jelas, baik pada bidang melintang, radial maupun tangensial. Kekerasan: Agak Keras.

Ciri Anatomi:

Pembuluh/Pori : tata lingkar, bentuk bundar sampai bundar telur, diameter tangensial bagian kayu awal sekitar 340-370 mikron, pada kayu akhirya sekitar 50-290 mikron, bidang perforasi sederhana, berisi tilosis atau endapan berwarna putih. Parenkima: yang bertipe paratrakea: bentuk selubung tipis, pada bagian kayu awal selubung itu agak lebar sampai membentuk pita marginal; yang bertipe apotrakea jarang, umumnya membentuk rantai yang terdiri atas sekitar 4 sel. Jari-Jari: lebar, terdiri atas 4 seri atau lebih, jumlahnya sekitar 4-7 per mm, arahnya tangensial, komposisi selnya homoselular (hanya sel-sel baring), tingginya dapat mencapai 0.9 mm

Sifat dan Kegunaan:

Berat Jenis: rata-rata 0,67 (0,62 - 0,75); Kelas awet: I-II; Kelas Kuat: II; Kegunaan: dipakai untuk berbagai keperluan, antara lain bahan bangunan, rangka pintu dan jendela, panel pintu, bantalan kereta api, perabot rumah tangga, karoseri badan truk, dek kapal, lumber sering, vinir indah.

Nama Lain:

Deleg, dodolan, jate, jateh, jatih, jatos, kulidawa

kayu ini juga merupakan salah satu jenis pohon yang tingkat pertumbuhannya lambat dan rendah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu pohon jati hingga dapat dimanfaatkan kayunya. Pohon ini merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan kayu dengan kualitas yang luar biasa dan sudah terkenal di seluruh dunia. Banyak sekali barang-barang yang terbuat dari kayu jati memiliki daya tahan yang sangat lama.


Sumber Pustaka:

Mandang, Yance I dan I Ketut Nuridja Pandit,1997, Pedoman Identifikasi Kayu DI Lapangan. Yayasan PROSEA Bogor.

Related Posts

0 komentar: